Arsip | Maret, 2012

Normalisasi

27 Mar

TEKNIK NORMALISASI

 

TEKNIK NORMALISASI

 

Contoh :                    

Daftar Inventaris di UKM Politeknik English Club

Relasi tidak normal

 


 

No

Nama Divisi

Barang

 

1

News Cast

Nama Barang

Jumlah Barang

Meja

1

White Board

1

2

Debate

Nama Barang

Jumlah Barang

Meja

1

White Board

1

3

Regular Practice

Nama Barang

Jumlah Barang

Meja

1

White Board

1

4

Speech

Nama Barang

Jumlah Barang

Meja

1

White Board

1

 

No

Nama Divisi

Meja

White Board

1

News Cast

1

1

2

Debate

1

1

3

Regular Practice

1

1

4

Speech

1

1

 

 

 

 

 

 

Relasi  normal

 

Penjelasan:
Pada tabel pertama, terlihat bahwa tabel masih memiliki redudansi. Itulah yang menyebabkan tabel tersebut perlu untuk dinormalkan dan hasilnya dapat dilihat pada tabel kedua.

 

Teknik Normalisasi Pertama :

Membuat dan menentukan primary key pada tablenya, supaya setiap data atau field field lainya tergantung hanya pada satu field yaitu yang dijadikan primary key. pada kasus ini field nim yang akan dijadikan primary key bukan id_buku atau id_penerbit.

 

Keterangan : field yang dicetak  miring yaitu primary key tbl_peminjaman                     

 

 

nim

nama_mahasiswa

id_buku

judul_buku

id_penerbit

penerbit

4311122006

Malik Aslam

1221

program C++

35

Alex W

4311122007

M. fadli

1322

membuat animasi

55

Dian Sastro

4311122025

Muharam

1422

belajar program

23

Wiji S

4311122008

Nabila

1321

audio video

55

Dian Sastro

4311122014

Tiara Rahmawati

1221

program C++

35

Alex W

Teknik Normalisasi Kedua :
lalu pada teknik yang kedua, field field yang tergantung pada satu field harus dipisahkan, seperti ada contoh field judul_buku tergantung pada field id_buku dan penerbit tergantung dengan field id_penerbit, maka dari itu field tersebut di pisahkan dengan tabel peminjaman, sehingga harus dibuat tabel yang terpisah.

tbl_peminjaman

nim

nama_mahasiswa

id_buku

id_penerbit

4311122006

Malik Aslam

1221

35

4311122007

M. fadli

1322

55

4311122025

Muharam

1422

23

4311122008

Nabila

1321

55

4311122014

Tiara Rahmawati

1221

35

tbl_buku

id_buku

judul_buku

1221

program C++

1322

membuat animasi

1422

belajar program

1321

audio video

1221

belajar program

tbl_penerbit

id_penerbit

penerbit

35

Alex W

55

Dian Sastro

23

Wiji S

55

Dian Sastro

35

Alex W

Teknik Normalisasi Ketiga :

 

Selanjutnya teknik normalisasi ketiga, setelah field field dipisah sehingga dibuat table yang baru,

maka waktunya pembenahan data. Diketahui sebelumnya pada tabel buku record kelima terdapat keganjilan data yang tidak sesuai dengan field id_bukunya dan pada tabel penerbit pun terdapat

redudansi data atau pengulangan data, maka dari itu tabel buku dan tabel penerbit harus diperbaiki dan diubah sehingga tidak terjadinya kesalahan dalam penyimpanan data, seperti pada contoh di bawah ini.

tbl_buku

id_buku

judul_buku

1221

program C++

1322

membuat animasi

1422

belajar program

1321

audio video

tbl_penerbit

id_penerbit

penerbit

35

Alex W

55

Dian Sastro

23

Wiji S

Kurang lebih seperti itu cara teknik normalisasi sampai ketiga pada database, sebenarnya masih banyak lagi contoh teknik normalisasi pada database, seperti normalisasi Boyce-Codd, normalisasi keempat dan lain lain, hanya yang lainnya itu jarang di gunakan, dan yang digunakan hanya normalisasi sampai ketiga saja.

 

Sumber : wikipedia.org , Modul Basis Data , Eden Andi Ramba, ArryBudi Kurnia

 

Iklan

DML dan ERD

4 Mar

DML dan Entity Relationship Diagram

Pada postingan kali ini di khususkan untuk tugas basis data, di sini akan di bahas tentang penjelasan secara singkat dari macam macam atributapa itu Diagram E-R dan fungsi fungsinyapenjelasan tentang 4 simbol utama dari Diagram E-Rcontoh dari masing masing kardinalitas dalam Diagram E-R, lalu penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan spesialisasi dan generalisasi.

 

berikut penjelasannya tentang DML dan ERD (Entity Relationship Diagram) :

Penjelasan singkat dari macam macam atribut


Atribut
 berfungsi untuk mendeskripsikan entitas, dan atribut mempunyai nilai (harga). Contoh atribut untuk entitas pegawai misalnya nama, alamat, tempat dan tanggal lahir, dll. Atribut digambarkan dengan simbol ellips.Atribut dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
– Atribut sederhana/atomic, yaitu atribut yang tidak dapat dibagi-bagi menjadi atribut yang lebih sederhana (mendasar).
– Atribut komposit, yaitu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih mendasar.
– Atribut Berharga tunggal (single valued attribute), yaitu atribut yang hanya mempunyai satu harga untuk suatu entitas tertentu.
– Atribut berharga ganda (multi valued attribute), yaitu atribut yang dapat terdiri dari sekumpulan harga untuk suatu entitas tertentu. 
– Null-value, yaitu atribut yang tidak mempunyai nilai dan tidak diketahui harganya. 
– Atribut kunci yaitu atribut yang unik dari suatu entitas dan nilai dari atribut kunci akan berbeda untuk masing-masing entitas. Atribut kunci dapat berupa atribut sederhana atau komposit. Atribut memiliki value set (domain) yang digunakan untuk mendefinisikan harga nilai yang dapat dimiliki oleh atribut dari suatu entitas.
Pengertian Diagram E-R (ERD) dan fungsinya

ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.

ERD berfungsi untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol.

Gambar

Penjelasan tentang 4 simbol utama dari Diagram E-R

Setelah mengetahui apa itu Diagram E-R atau biasa disebut Entity Relationship Diagram, selanjutnya kita akan membahas tentang 4 simbol utama dari Diagram E-R. Berikut penjelasannya :

a. Entiti

 

Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.

 

b. Atribut

 

Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.

 

 

 

c. Hubungan / Relasi

 

Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :

Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu  :

1). Satu ke satu (One to one)

Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.

2). Satu ke banyak (One to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

3). Banyak ke banyak (Many to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B. mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.

 

d. Garis
Sebagai penghubung antara relasi dengan entitas, relasi dan entitas dan atribut

Contoh masing masing Kardinalitas dari Diagram E-R

Kardinalitas pemetaan atau rasio kardinalitas menunjukkan jumlah entitas yang dapat dihubungkan ke satu entity lain dengan suatu relasi. Contohmasing masing kardinalitas dari Diagram E-R meliputi :

1. Hubungan satu ke satu (one to one).

Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam B.

2. Hubungan satu ke banyak (one to many)

Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam B. Satu entity dalam B dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam A.

3. Hubungan banyak ke satu (many to one)

Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam B. Satu entity dalam B dapat dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.

4. Hubungan banyak ke banyak (many to many).

Satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam B, & satu entity dalam B dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.

Gambar Kardinalitas Pemetaan :

 

 Gambar

 

Pengertian dan Perbedaan Spesialisasi dan Generalisasi

Spesialisasi

Spesialisasi adalah Proses mendesain subgrup di dalam suatu entity . Suatu himpunan entitas bisa memiliki suatu subgrup yang berbeda diantara entitas-entitas lain dalam himpunan tersebut. Misalnya suatu sub himpunan entitasdalam suatu himpunan entity bisa memiliki atribut yang berbeda dari entity-entiti lain. Model E-R memiliki fasilitas untuk perbedaan ini.

Contoh : himpunan entitas account memiliki atribut account-number dan balance. Suatu account dapat diklasifikasikan lagi menjadi salah satu dari (gambar 4.5):

– savings-account

– checking-account

Setiap tipe account ini diterangkan dengan himpunan atribut yang termasuk dalam atribut-atribut dari entitas account ditambah dengan atribut tambahan. Contoh entity saving-account diterangkan dengan atribut interest-rate, danchecking-account diterangkan dengan overdraft-amount. Proses spesialisasi mengijinkan pembedaan account berdasarkan tipe account. Account juga dapat dibedakan dengan cara lain, misalkan berdasarkan tipe kepemilikkan menjadi commercial-account dan personal-account. Ketika dalam suatu entitas dibentuk lebih dari satu proses spesialisasi, maka suatu entitas menjadi milik dua spesialisasi tersebut. Misal suatu account bisa merupakan suatu personal account dan suatu checking account. Dalam diagram E-R, spesialisasi dilambangkan dengan komponen segitiga bertuliskan ISA. ISA juga melambangkan hubungan antara superclass-subclass. Entity yang dengan kedudukkan lebih rendah/tinggi memiliki lambang sama.

 Gambar

Generalisasi

Generalisasi adalah proses  pendefinisian  subclass-subclass yang  disatukan  menjadientitas  superclass  tunggal  berdasarkan karakteristik umum. Disamping proses desain top-down (dari inisial entitas ke level lebih rendah (subgrup)), desain juga dapat dilakukan dengan proses bottom-up, yaitu banyak entitas disintesiskan menjadi entity yang lebih tinggi berdasarkan kesamaan feature-nya.

Desainer basis data mungkin mengidentifikasi terlebih dulu entitas checking-account dengan atribut account-numberbalance dan overdraftamount. Ditemukan juga entity set saving-account dengan atribut account-numberbalance dan interest-rate. Terdapat kesamaan antara entitas checking-account dengan entitas saving-account, yaitu keduanya memiliki beberapa atribut yang sama.